sakit kepala, knowledge-based-management dan Lean Six Sigma

Sebuah pertanyaan sederhana

“Apa yang anda lakukan pertama kali ketika sakit kepala?”

Selama bertahun-tahun saya mengajukan pertanyaan ini kepada banyak sekali orang terutama dalam workshop dan training. Lebih dari 80% orang memberikan jawaban yang hampir sama:

 “Minum obat sakit kepala”

Bahkan para dokter pun menjawab sama.

Kenapa pertanyaan ini penting buat saya? Karena langsung minum obat kepala pada saat kita sakit kepala adalah contoh tindakan yang SALAH. Ini adalah contoh tindakan yang tidak berdasarkan pada knowledge. Itu adalah contoh tindakan yang “jump to the conclusion”.

Berdasarkan beberapa artikel yang saya baca tentang sakit kepala, penyebab sakit kepala disebabkan oleh banyak macam kemungkinan:

Stress                                        Kepanasan              

Flu                                              Tidak harmonis dengan atasan

Sangat Lapar                             Masalah keuangan

Kurang Tidur                             Masalah pada mata

Nyeri pinggang                          Penyakit saraf

Tumor Otak                                Anak di masa puber

Nah, bayangkan jika anda minum obat sakit kepala sedangkan yang menjadi penyebab adalah ada masalah pada mata, misalnya kacamata anda minusnya nambah. Minum obat sakit kepala hanya menghilangkan symptom bukan akar masalah.

Tindakan yang tepat jika kita mengalami sakit kepala adalah melakukan pemeriksaan lebih lanjut misalnya detak jantung, suhu badan, dan indikator lain (lebih bagus dilakukan oleh dokter) untuk memastikan apa penyebab sakit kepala ini. Jika akar masalah sudah ditemukan, barulah kita beri obat.

Jika sakit kepala terjadi karena kacamata harus diganti, gantilah kacamata…bukannya minum obat sakit kepala.

Jika sakit kepala terjadi karena kurang tidur, nah tidurlah…

Jika sakit kepala terjadi karena hubungan kurang harmonis dengan atasan? (silahkan cari solusi sendiri…)

Intinya, setiap tindakan dan solusi, harus berdasarkan pada pencarian akar masalah yang tepat dengan menggunakan semua data, informasi, dan  knowledge. Inilah yang disebut Knowledge Based Management.

Lean Six Sigma bertolak dari cara berpikir yang sama.

Setiap permasalahan bisnis, harus dikaji dan dicari akar permasalahannya dengan menggunakan data, informasi dan knowledge. Walaupun terdengar sangat simpel, namun dalam kenyataannya sedikit sekali manajer dan pengambilan keputusan setia kepada prinsip ini.

Bagaimana dengan anda?

3 thoughts on “sakit kepala, knowledge-based-management dan Lean Six Sigma

  1. Meddy Saputra

    Aku di CIMB Niaga Tower Sudirman Mas, MIS Banking Funding Bancass Service. Mas, kalau ada acara kumpul bareng, let me know ya Mas. Actually I always read your articles, cool Mas :)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>