Riau, Asap dan kita

Minggu lalu pesawat yang saya tumpangi, tidak bisa mendarat di pekanbaru karena asap tebal dan harus mendarat di Batam untuk menunggu sampai jam 9 malam sampai bisa diterbangkan ke pekanbaru. Pesawat balik ke Jakarta, juga harus mengalami delay 4 jam. Selama di Pekanbaru & Rumbai, hidup sungguh tidak nyaman karena udara sangat tidak sehat.

Dalam keadaan ngomel-ngomel menyalahkan pemerintah dan para pembakar hutan (menurut saya kebakaran itu 90% faktor manusia, sengaja/tak sengaja), saya mulai sadar:

1. Pemerintah Daerah Riau adalah salah satu pemda yang relatif tidak berhasil mengelola daerahnya. Ngurusin jalan propinsi dan penerangan jalan aja ketinggalan jauh dibanding propinsi tetangganya. Jadi nunggu pemda ngasi solusi aganknya terlalu tidak praktis.

2. Kalau pemerintah pusat, sekarang lagi prihatin….jangan terlalu banyak dituntut macem2 

3. Mungkin kita, para korban yang perlu bergerak mikirin solusinya? Seperti kata pepatah tiongkok kuno ini “jangan kutuk kegelapan, nyalakan lilin”.

Saya baru sadar, asap di Riau ini adalah recurring problem….topik yang selalu saya ajarkan di tiap training….walaupun masalahnya sangat rumit, ngga ada salahnya kita mengajak anak-anak muda untuk mikirin solusi.

Nunggu pemerintah dan (apalagi) caleg kayaknya duluan anak saya wisuda S3 dibanding mereka cari solusi…

Yuk, ada yang punya ide bagus, boleh di komen ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>