Steve Jobs, Jony Ive & pendidikan anak

JohnathanIvesandSteveJobs

Steve Jobs & Jony Ive (sumber gambar: www.knowyourmobile.com)

Setelah membaca biografi Steve Jobs dari pengarang Walter Isaacson, saya memutuskan membaca juga biografi Jony Ive dari pengarang Leander Kahney. Dalam biografinya, Steve Jobs menyebut Jony sebagai orang yang sangat penting dalam menghasilkan insanely great product di Apple.

Dari segala cerita menarik dari dua buku itu, ada beberapa hal menarik yakni kesamaan background kedua orang yang menjadi jenius di balik kesuksesan perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu.

Ini hal yang menggelitik saya dari sudut pandang seorang ayah yang mempunyai dua anak balita:

  • Steve Jobs dan Jony Ive sama-sama mengalami kesulitan dalam berbicara, membaca, dan menulis di awal masa sekolah mereka. Mereka diidentifikasi mengidap disleksia dan sangat kesulitan beradaptasi dengan pelajaran sekolah.
  • Dua-duanya mempunyai ayah yang sangat menghargai craftmanship; Ayah angkat Steve Jobs adalah seorang mekanik/tukang kayu, ayah Jony Ive adalah seorang perajin perak. Orang tua mereka sangat mendorong anak-anak mereka untuk menyenangi prakarya dan kreativitas dengan tangan. Orang tua mereka lebih menekankan pada unsur menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) bagi anak-anak mereka.
  • Dua-duanya mempunyai orang tua yang tidak “pushy” dalam mendidik anak dan cenderung memberikan kebebasan anaknya untuk berkembang dalam arah yang anaknya suka.

Dalam situasi dimana saya melihat banyak teman-teman anak saya yang berusia 5 tahun dikirim les membaca karena sang ortu tidak pede pada kenyataan anaknya belum bisa membaca atau susah bicara (cadel) di usia balita, cerita diatas memberi tambahan keyakinan kepada saya untuk tetap membebaskan anak-anak saya dari segala les membaca, menulis, menghitung (calistung) sampai di usia yang memang benar-benar membutuhkan. Sebisa mungkin dalam calistung saya memilih itu sebagai tugas kami sebagai orang tua dan nantinya guru SD anak-anak saya. Biarlah di usia mereka sekarang anak-anak saya mengenal lingkungan dan keluarganya dengan lebih banyak bermain-main.

Cerita dua tokoh hebat itu juga memberi gambaran tentang berbagai kecerdasan yang ada dalam diri seorang anak; bahwa seorang anak cerdas tidak sama dengan harus bisa membaca di usia 4 tahun, menghitung perkalian luar kepala di usia lima, tapi juga bisa berupa kecerdasan artistik, kecerdasan kreatif ataupun kecerdasan motorik.

Orang yang kesulitan bicara atau membaca di usia SD, tidak berarti akan menjadi manusia yang gagal…lihat Steve Jobs dan Jony Ive ;)

Tentu saja tugas saya sebagai orang tua untuk mengerti potensi anak-anak saya dan memastikan kita ada dalam setiap struggle yang akan mereka hadapi.

It’s gonna be a fun journey! :)

 

 

One thought on “Steve Jobs, Jony Ive & pendidikan anak

  1. Pingback: Cerita sekitar iPhone: bagaimana Apple berinovasi seperti startup | Gede Manggala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>