Berhutang pada buku dan mimpi tentang Lean Publishing

Berhutang pada buku

Saya berhutang pada buku. Tanpa buku, mungkin hidup saya jauh lebih menderita :*)

Saya anak ke 7 dari 8 bersaudara, bapak saya seorang pegawai pemda di Bali dan ibu saya seorang ” full time professional” dalam mengurus anak-anak (ya iya lah..8 anak!). Hidup kami sangat sederhana, mungkin masuk golongan ekonomi lemah. Untungnya lingkungan rumah kami kurang lebih senasib, jadi waktu itu hidup yang serba kurang rasanya normal aja…

Sepanjang hidupnya, bapak saya tidak pernah cuti. Artinya sepanjang hidup saya dari lahir sampai SMA, saya tidak pernah merasakan liburan. Namun saya tinggal di Bali, mungkin rasanya sih kayak liburan terus ya :)

Walaupun tampak sangat menyukai pekerjaan, sebenarnya ada 2 alasan kenapa bapak tidak pernah cuti (pengakuan beliau waktu kami sudah pada bekerja):

1. Kalau cuti, berarti harus pergi liburan. Nah, daripada anak minta liburan sementara uang ngga ada, mending ga usah cuti :)

2. Sebagai orang Bali, ijin kerjanya untuk urusan adat dan agama sudah kebanyakan juga sih…

Nah, waktu selama 18 tahun saya tidak pernah liburan, tampaknya hidup saya cukup menderita ya? Ngga juga. Apa rahasianya? Salah satunya adalah sebuah gedung sederhana di dekat rumah saya.

Beberapa ratus meter dari rumah saya, berdiri Perpustakaan Negara untuk propinsi Bali. Nah, jika anak-anak di kota besar sedang berlibur saat liburan sekolah, hampir dipastikan saya akan nongkrong di sana dari jam buka sampai perut lapar atau sampai mata berkunang-kunang :)

bookKebiasaan membaca menjadikan buku sebagai semacam penyelamat saya dari kebosanan atau mati gaya. Saat kecil dulu, banyak sekali buku yang sampai dibaca sepuluh kali namun tetap menyenangkan. Sekarang ini buku sudah menjadi teman sejati saya. Paradis bagi saya selalu terbayang dalam bentuk perpustakaan atau toko buku yang bagus :)

Membaca juga membawa ketertarikan yang tinggi pada profesi pengarang. Hero saya pasti seorang jagoan perangkai kata. Romo Mangunwijaya, Goenawan Moehammad, Soekarno, Gandhi sampai Seth Godin dan Malcolm Gladwell.

Itu semua alasan saya di tahun 2005 menulis ebook Mengenal Six Sigma Sederhana, dan belakangan ini menerbitkan buku The Coconut Principles.  Seperti juga membaca, menulis buku adalah sebuah kesenangan dan cara membayar hutang bagi para pengarang yang telah menghibur saya dengan tulisan mereka.

Dan kesenangan itu belakangan ini menjadi mimpi tentang Lean Publishing.

Mimpi tentang Lean Publishing

Bagi saya buku adalah sakral. Didalamnya tertuang ide dan gagasan mulia pengarangnya. (Catatan:   kecuali buku-buku tentang cara cepat menjadi kaya: semua sampah).

Jadi saya selalu sedih jika melihat buku yang ditempatkan sembarangan di rak obral atau ditempatkan di rak yang tingginya 2 meter. Gimana cara ngambilnya? Pake slam dunk? :P

Saya sedih jika sebuah buku menumpuk karena tidak ada yang membaca atau membeli. Padahal sudah dicetak ratusan ribu kopi. Berapa pohon yang sudah ditebang?

Saya sedih jika sebuah buku mempunyai banyak salah ketik atau salah lay out, namun edisi revisinya tak kunjung muncul. Karena edisi yang sekarang stoknya masih menumpuk.

Saya sedih jika buku ngga gampang dibaca. Huruf kecil-kecil atau kusam. Ngga menarik.

Oleh karena itu suatu saat saya bermimpi bahwa setiap buku tidak perlu mempunyai inventory. Ada yang mau baca baru dicetak atau didownload. Just in Time. Lean.

Dengan demikian tidak perlu lagi ada tumpukan buku atau obralan buku.

Karena semua print on demand. Atau dibaca melalui tablet, handphone, komputer.

Buku juga harus menarik. Colorful. Gampang dan menarik dibaca.

Dengan lean publishing, tiap buku makin lama akan makin pintar. Setiap buku adalah edisi yang berbeda, karena selalu direvisi dan diupdate berdasarkan feedback dan masukan para pembaca. Tidak perlu menunggu stok habis baru diupdate.

Teknologi memungkinkan itu kita lakukan hari ini.

Siapa yang punya mimpi sama?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>