Lean Startup Machine Jakarta 2014: sebuah catatan kecil (1)

Istilah startup selalu menarik perhatian saya, soalnya saya sedang berusaha keras mewujudkan bisnis impian saya.

Disisi lain sebagai praktisi Lean-Six Sigma, setiap kali ada istilah Lean di media sosial, itu adalah alert untuk menandai sebagai favorit.

Oleh karena itulah sebuah acara yang bernama Lean Startup Machine Jakarta 2014 yang saya lihat dari sebuah tweet membuat saya penasaran. Acara ini diadakan di tanggal 9-11 Mei 2014 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong. Mengingat jadwal pas, saya mendaftar untuk ikutan. Tidak lupa saya menculik partner saya untuk set up bisnis, Rudi Idur, untuk ikutan. Selain dalam rangka membuat perusahaan kecil kami Edraflo bisa mulai jalan, juga dalam rangka persiapan kalau-kalau selama acara saya bakal mati gaya alias garing sendiri :)

Walaupun saya cukup familiar dengan Lean thinking serta sudah membaca buku Lean Startup karangan Eric Ries, namun Lean Startup tetap mengusik rasa ingin tahu saya, selain karena masih baru buat saya, terutama karena penasaran bagaimana aplikasi nyata dilakukan.

So I was ready for a new experience…

Jumat, 9 Mei 2014

Sesi pertama di mulai Jumat malam sekitar jam 7.  Banyak yang terlambat mengingat acara diadakan di area Serpong, karena peserta banyak dari Jakarta atau Bandung. Namun yang bagi saya  dan Rudi yang tinggal di BSD/Bintaro, workshop di UMN atau sekitar serpong adalah sebuah anugrah tersendiri. Semoga UMN sering bikin acara-acara kayak gini…cuma 5 menit dari rumah :)

Setelah welcoming dari panitia (yang saya salut banget karena berhasil bikin acaranya) serta acara perkenalan yang seru (game-nya akan saya contek buat di training yang saya adakan), saya mendapat pelajaran pertama.

My cool idea….got no ‘likes’!

Setiap peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasikan ide kerennya dalam 50 detik. Betul, detik, bukan menit. Kemudian dilakukan voting untuk memilih 5-6 (lupa tepatnya) ide paling keren berdasakan suara terbanyak.

Ide saya (yang saya coba bangun untuk Edraflo) adalah menjadi sebuah perusahaan yang bisa memberi solusi dengan membuat hal yang ribet dan membosankan menjadi simpel, menarik dan mudah dicerna. Hal-hal seperti polis asuransi, company profile, terms & condition kartu kredit, SOP, proses dalam perusahaan, call center, service center. Saya ingin membuat perusahaan yang menjadi simplifier terhadap hal-hal seperti itu.*

Neat, huh?

Ngga tuh. Yang memilih hanya 2. Yep, hanya ada 2 tangan yang memilih, yaitu Rudi dan saya sendiri…hihihi :*)

Namun, seperti dalam Lean thinking, Lean startup adalah sebuah prinsip yang berdasarkan pada vaildated learning. Tentang membenturkan ide, gagasan, hipotesa, asumsi, karya kita dengan kenyataan dan fakta. Tentang customer.

Walaupun patah hati, kita harus tetap move on. Jadilah saya ikut dalam sebuah ide yang menurut saya keren. Tentang membuat aplikasi agar memudahkan seorang cewek yang melihat baju atau tas keren di tipi, bisa langsung cari tahu merek dan harga, sekalian beli. Ide-nya dari William, bule asal Belanda yang terinspirasi oleh cewek-nya.

Mudah-mudahan ini kisahnya ntar jadi kayak sejarah eBay yang dimulai dari kesulitan Pieree Omidyar jualin kulkas bekas cewek-nya. Sejarah kan selalu berulang, katanya…

Anyway, setelah dikelompokkan menjadi beberapa team, kita lalu mendengarkan beberapa sharing yang saya inget dari Doni Priliandi tentang startup-nya Happy5, terutama karena orangnya ngebanyol terus dan dari Regi Wahyu yang sharing banyak cool stuff dan singularity. On singularity, it’s cool but don’t ask me. Belum nangkep…:*)

Namun yang menjadi anchoring take away buat saya malam itu adalah exercise dengan Javelin board. I like it because it is simple, helpful and fun! Thanks buat Ivandeva buat sharingnya tenting experiment board. Acara malam ditutup dengan exercise untuk massing-masing project.

Malam itu, team kami – team William, melakukan exercise dengan Javelin board, dan saya mulai merasakan lagi susahnya pertanyaan “what’s the customer problem?”. Tim kami mencoba lanjut dengan iterasi pertama sebelum pulang.

Pulangnya sambil nebeng Rudi, di kepala saya banyak ide beterbangan: mulai dari konsepnya team William, tentang ide bisnis saya serta rencana mengaitkan Lean Startup dalam workshop saya tentang Lean Six Sigma. Di tengah jalan, istri saya ngasi info kalo anak saya Ed sedang demam, jadi saya mampir di alfamart beli penurun panas. Just in case.

Sabtu, 10 Mei 2014 

Pagi-pagi, kembali partner saya yang jago desain grafis, Rudi, udah nongkrong di depan rumah. Berhubung anak saya demam subuh-subuh, saya lumayan agak ngantuk juga namun tetap semangat.

Hari kedua dimulai dengan menyenangkan karena dapat sharing tentang cara mendapatkan Voice of Customers dari Fajar Anugerah. Ternyata orangnya kocak juga ya…tapi tips-tipsnya keren. Tim kami mencoba menyelesaikan dan mengatur pembagian tugas, sebelum di “usir” panitia dan mentor untuk acara Get Out of the Building (GOOTB).

Ini foto kami oleh Dondi Hananto, salah seorang mentor

Team Williams

Team Williams

“Genchi Gembutsu!”

Untuk GOOTB, karena pekerjaan saya adalah praktisi Lean thinking, saya cukup menangkap esensinya. Seperti kata orang Jepang, Genchi Genbustu, alias go out and see yourself. Namun tetep aja tips dari Fajar sangat membantu karena kali ini tim kami harus memvalidasi asumsi kami tentang customers need. Berbicara dengan orang yang menjadi user bukanlah sesuatu yang mudah.

Nah, saat kami mewawancarai para customer,  saya baru menyadari bahwa saya berada di tim yang tepat. Kenapa? Customer profile team William adalah: wanita 17-35 tahun, modis, fashionable. Hehehe…

Dan kami mendapatkan banyak sekali kejutan, karena banyak hal yang baru saya tahu saat ngobrol dengan the real customers!

Ntar saya sambung next time…soalnya harus ngasi workshop Lean Six Sigma sekarang…

(bersambung).

 

One thought on “Lean Startup Machine Jakarta 2014: sebuah catatan kecil (1)

  1. Pingback: Lean Startup Machine Jakarta 2014: sebuah catatan kecil (2) | Gede Manggala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>