Tag Archives: kepemimpinan

Indonesia Mengajar: gerakan hebat dan keren!

“Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin”

– ungkapan Tiongkok kuno, dipopulerkan oleh berbagai tokoh antara lain Peter Benenson, Adlai Stevenson, John F. Kennedy,  dan juga oleh Anies Baswedan -

Setelah gerakan mahasiswa tahun 1998, makin lama makin sulit bagi saya untuk memahami berbagai “gerakan”, “forum”, “aksi” yang bagi saya terlalu mengedepankan seremonial, masuk berita namun tidak fokus secara substansi untuk mencari solusi. Juga karena menurut saya banyak gerakan seperti ini bersifat reaksioner tergantung topik yang hangat serta tidak dikelola dengan profesional. Intinya, tidak banyak kontribusi terhadap masyarakat.

Di akhir tahun 2010, saat sedang istirahat siang di kantor, saya membaca sebuah artikel di Kompas tentang Gerakan Indonesia Mengajar. Membaca kisah anak-anak muda cerdas yang meninggalkan pekerjaan dan kenyamanan hidup di kota untuk mengajar anak-anak di daerah yang sangat terpencil membuat air mata saya berjatuhan. (Sumpah!).

Ada tiga hal yang membuat saya sangat mengagumi Gerakan Indonesia Mengajar:

Pertama, inilah gerakan yang secara substansi sangat bermanfaat karena bukan hanya bisa mengisi kekurangan guru SD di daerah tertinggal, namun juga menyiapkan para pemimpin masa depan yang tangguh dan dekat dengan Indonesia yang sebenarnya. Karena Indonesia bukan hanya Jakarta.

Kedua, gerakan ini direncanakan dan dilakukan secara profesional, termasuk berkolaborasi dengan institusi yang benar-benar kompeten di bidangnya (misalnya DDI untuk proses recruitment, dan sebuah perusahaan audit terkenal yang membantu audit keuangan).

Ketiga, ini gerakan yang cool. Saya melihat betapa suksesnya Indonesia Mengajar membawa pesan sosial yang “berat” namun bisa dilihat secara positif dan keren oleh banyak orang, dan terutama oleh anak-anak muda. Tanpa faktor coolness bagi anak-anak muda berprestasi, tentunya susah untuk bagi gerakan ini untuk mendapatkan peminat. Kenyataannya?

(ilustrasi oleh Endang/Impro)

(ilustrasi oleh Endang/Impro)

Pada angkatan pertama, dari target mendapat 50 Pengajar Muda, ada 1383 pelamar! Gerakan ini menginspirasi anak-anak muda untuk bangun dan menjadi solusi daripada stres dan hanya mengeluh. Sudah lama saya tidak melihat ada aktivisme sosial yang oleh anak-anak muda berprestasi dipandang sebagai sesuatu yang keren. Saya adalah wakil dari golongan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan aktivisme bakar-bakar ban dan orasi yang berakhir rusuh. Indonesia Mengajar berbeda, bagi saya ini bagaikan oasis di padang pasir.

Berbicara mengenai Indonesia Mengajar tentu tidak lepas dari nama Anies Baswedan. Bagi saya, Anies Baswedan memberikan teladan yang sangat sederhana (namun sangat susah ditiru) yaitu mengambil inisiatif untuk mulai melakukan sesuatu dibanding hanya mengeluh atau menghujat. Anies Baswedan dengan Indonesia Mengajar melakukan sesuatu yang sangat langka: berpikir jernih, melakukan aksi secara nyata dengan cara yang sangat positif dan keren!

Catatan:

Artikel ini adalah draft untuk buku The Coconut Principles yang akan segera terbit. Indonesia Mengajar adalah salah satu inspirasi prinsip The Coconut Principles untuk selalu berpikir mencari solusi bukan hanya mengeluh.yang akan segera terbit.erpikir mencari solusi bukan hanya mengeluh.