Tag Archives: leadership

Pemimpin yang cepat merasa bersalah…

Saya selalu ingat cerita ini…

Di tahun 1985, sekelompok orang yang sangat percaya akan masa depan animasi komputer bergabung di Divisi Komputer milik Lucasfilm milik George Lucas sang pencipta film Star Wars. Sebenarnya George Lucas sendiri tidak terlalu yakin dengan kegunaan komputer dalam animasi, namun ia merasa proyek-proyek dari Divisi Komputer yang dipimpin oleh Ed Catmull dan Alvy Ray Smith ini cukup menarik, sehingga ia memberi mereka ruang untuk berkreasi.

Nah, masalah terjadi saat Lucasfilm mulai mengalami kesulitan keuangan….Lucas menugaskan  Doug Norby sebagai Presiden Lucasfilm untuk melakukan cost cutting. Segera Doug meminta Ed Catmull dan Alvy R. Smith memangkas pengeluaran dengan melakukan lay-off di Divisi Komputer karena tidak feasible secara ekonomis. Dengan segala cara Ed dan Alvy mencoba mengelak dan mengajukan 1001 alasan untuk tidak memecat satupun karyawan mereka. Karena mereka sangat percaya talenta timnya, dan juga mereka merasa bersalah jika memecat karyawan yang baik dan kompeten.

Namun Doug Norby tidak kehilangan akal. Setiap hari, ia memaksa Ed dan Alvy untuk segera mengeluarkan daftar nama yang harus dipecat. Namun para pemimpin Divisi Komputer ini juga dengan segala cara tetap menghindar dan tidak mau mengeluarkan satu nama pun.

Akhirnya kesabaran Doug Norby habis. Ia mengultimatum Ed dan Alvy: “Anda berdua harus menghadap saya besok jam 9, dengan membawa daftar nama yang HARUS dipecat!”

Keesokan harinya, Ed dan Alvy menghadap sang presiden direktur dan akhirnya mereka membawa daftar nama karyawan yang dipecat. Hanya ada dua nama dalam list itu yaitu Ed Catmull dan Alvy Ray Smith…

Kisah ini sangat dikenang oleh karyawan Ed dan Alvy, sehingga grup ini menjadi kelompok yang sangat loyal kepada pemimpinnya.

Divisi Komputer Lucasfilm kemudian berganti nama menjadi Pixar, dan dibeli oleh seorang tokoh yang sangat menggemari komputer dan grafis, yaitu Steve Jobs. The rest is history…

Cerita asli diceritakan oleh Bob Sutton dalam blog-nya, dan dikisahkan ulang dalam buku Scaling Up Excellence.

Indonesia Mengajar: gerakan hebat dan keren!

“Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin”

– ungkapan Tiongkok kuno, dipopulerkan oleh berbagai tokoh antara lain Peter Benenson, Adlai Stevenson, John F. Kennedy,  dan juga oleh Anies Baswedan -

Setelah gerakan mahasiswa tahun 1998, makin lama makin sulit bagi saya untuk memahami berbagai “gerakan”, “forum”, “aksi” yang bagi saya terlalu mengedepankan seremonial, masuk berita namun tidak fokus secara substansi untuk mencari solusi. Juga karena menurut saya banyak gerakan seperti ini bersifat reaksioner tergantung topik yang hangat serta tidak dikelola dengan profesional. Intinya, tidak banyak kontribusi terhadap masyarakat.

Di akhir tahun 2010, saat sedang istirahat siang di kantor, saya membaca sebuah artikel di Kompas tentang Gerakan Indonesia Mengajar. Membaca kisah anak-anak muda cerdas yang meninggalkan pekerjaan dan kenyamanan hidup di kota untuk mengajar anak-anak di daerah yang sangat terpencil membuat air mata saya berjatuhan. (Sumpah!).

Ada tiga hal yang membuat saya sangat mengagumi Gerakan Indonesia Mengajar:

Pertama, inilah gerakan yang secara substansi sangat bermanfaat karena bukan hanya bisa mengisi kekurangan guru SD di daerah tertinggal, namun juga menyiapkan para pemimpin masa depan yang tangguh dan dekat dengan Indonesia yang sebenarnya. Karena Indonesia bukan hanya Jakarta.

Kedua, gerakan ini direncanakan dan dilakukan secara profesional, termasuk berkolaborasi dengan institusi yang benar-benar kompeten di bidangnya (misalnya DDI untuk proses recruitment, dan sebuah perusahaan audit terkenal yang membantu audit keuangan).

Ketiga, ini gerakan yang cool. Saya melihat betapa suksesnya Indonesia Mengajar membawa pesan sosial yang “berat” namun bisa dilihat secara positif dan keren oleh banyak orang, dan terutama oleh anak-anak muda. Tanpa faktor coolness bagi anak-anak muda berprestasi, tentunya susah untuk bagi gerakan ini untuk mendapatkan peminat. Kenyataannya?

(ilustrasi oleh Endang/Impro)

(ilustrasi oleh Endang/Impro)

Pada angkatan pertama, dari target mendapat 50 Pengajar Muda, ada 1383 pelamar! Gerakan ini menginspirasi anak-anak muda untuk bangun dan menjadi solusi daripada stres dan hanya mengeluh. Sudah lama saya tidak melihat ada aktivisme sosial yang oleh anak-anak muda berprestasi dipandang sebagai sesuatu yang keren. Saya adalah wakil dari golongan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan aktivisme bakar-bakar ban dan orasi yang berakhir rusuh. Indonesia Mengajar berbeda, bagi saya ini bagaikan oasis di padang pasir.

Berbicara mengenai Indonesia Mengajar tentu tidak lepas dari nama Anies Baswedan. Bagi saya, Anies Baswedan memberikan teladan yang sangat sederhana (namun sangat susah ditiru) yaitu mengambil inisiatif untuk mulai melakukan sesuatu dibanding hanya mengeluh atau menghujat. Anies Baswedan dengan Indonesia Mengajar melakukan sesuatu yang sangat langka: berpikir jernih, melakukan aksi secara nyata dengan cara yang sangat positif dan keren!

Catatan:

Artikel ini adalah draft untuk buku The Coconut Principles yang akan segera terbit. Indonesia Mengajar adalah salah satu inspirasi prinsip The Coconut Principles untuk selalu berpikir mencari solusi bukan hanya mengeluh.yang akan segera terbit.erpikir mencari solusi bukan hanya mengeluh.

the Pearl Jam way

Disclaimer: a lot of strong f words. I need to borrow a rock band energy;)

can a rock band inspire professionals, consultants, designers, and even corporate employees?

yes, it can.

Pearl Jam did to me and to many other people that I have been known for more than 15 years. If Steve Job was inspired by Bob Dylan, many of Pearl Jam fans influenced by this Seattle band not only musically but also professionally and philosophically (almost about to say religiously…)

I am quite expecting that the band itself or many fans might be saying “WTF?” with this kind of article, but I’ll write it anyway. Simply because it’s true to me.

Pic from Pearl Jam flickr

So, what’s the Pearl Jam way that inspires me?

1. Love your fans, love your customers, love your tribe

If you form a band, there will be some people who really like you, and many others hate you. That’s the fact. For your fans, love them a lot. For the ones who hate you, fuck them. I mean, fuck them. That’s what I learn from the band who has produced hundreds of live concert bootlegs. Don’t ever spend a minute trying convince the haters to love you…even Jesus, Muhammad, Gandhi, Buddha has group of haters. That’s just natural.

It’s no secret that PJ loves their fans. In the past we have read a lot about this band efforts to “fight” Ticketmaster to make the ticket price more affordable to teenager fans.  Having heard/seen a lot of live shows on CD, DVD (only one live concert for me, unfortunately), I could feel the love of the band. It can be felt also when I received the christmas vinyl (don’t have any player to play it) but I just love the packaging and artwork.

If you are not artist, your customers are the one who love you. If you work in hospital, your patients are the ones who care about you. That’s why they COME to you. So, love them back…

love the ones who love you..the people who likes you, who care about you.

2. Love what you do

Pearl Jam as I know is a bunch of people who love to listen to music, love to see other good bands playing live and love to play some rock songs.If you love what you do, then for people who like you, your work becomes a gift.

If you love you do, your works seems effortless…or you don’t feel like it’s work at all..

If it’s true for artist, then it’s true for engineer, accountant, lawyer, janitor…Work can be fun and can make other people happy.

3. Perform as it is the last performance

There’s Pearl Jam’s collection when they were playing in State College around 2003; they play until past midnite just like there’s no tomorrow…There’s the Madison Square Garden DVD showing the arena bumps like an earthquake…Live at the Gorge where the collection is almost 3 CDs of live songs, the 100 songs when they play in Boston for couple days..it’s just like in every performance they try to rock like that would be the last show!

For us who is not an artist, we have our own stage. Our mundane work is our show.  Play it like a fucking rock n roll band!

4. Take control your own destiny

When you are climbing the ladder of “success”, there will be a situation that your success will take you away from your original idea of why you are doing that job. And suddenly you don’t feel like it anymore.

A band like PJ, in their heydey will be asked to do interviews (which any rookie would be happy to do it), a lot of interviews (when they will need to answer a lo of repetitive questions, like hobby, or childhood memory), play in a movie, be a celebrity endorser for household products, fake performance on TV and  lipsync, be a magazine covers, and many things which have nothing to do with the one that they love: musics.

But their label woud ask them to do it, their fans want them,  and of course TV, Magazine, Newspaper, Tabloid wants them to do it. There will be money involved. Tons of money. Every successful band and artist do it! Even now..!

One of the thing I learn from one of the few band who’s still standing strong from the 90s era, they learn to say NO. Its simply because they want to focus on what they like, playing couple songs they like for their fans.

Saying NO is not easy, especially if saying YES means we will get a lot of money to do things that you don’t like. There’s always trade off, but I will choose the path that will keep us sane and sober. No suicide, no drugs drama, no bullshit.

That’s my thinking on Pearl Jam. What do you think?

the best bosses…

the best bosses serve as human shields, protecting their people from intrusions, distractions, idiocy from on high, and anything else that undermines their performance or well-being

- bob sutton -

I found those statement from Bob Sutton’s story on Pixar

Am always amazed by that kind of story because of two reasons:

1. I have not been trying hard enough to serve as human shields to protect my members… I did try some efforts, but not to the extreme as shown by the two great guys from the Pixar story. This, I’ll never stop trying and improving..

2. From all the bosses I had, I always remember the ones who I knew/heard they fought to protect us, his/her members