Tag Archives: starting a business

Proses pengurusan usaha di Indonesia: mengapa lama sekali? (part 2)

Dalam laporan Doing Business in Indonesia 2011, khususnya bagian Starting a Business, ditampilkan mapping proses pengurusan ijin usaha melalui 9 prosedur yang secara rata-rata perlu 47 hari untuk mengurusnya.

Terus terang saja, saya sangat awam dalam hal ini, namun ketertarikan saya lebih kepada review terhadap keseluruhan proses berdasarkan analogi jika dibandingkan dengan proses di perusahaan-perusahaan yang pernah saya analisa. Tentu saja terdapat perbedaan tingkat kompleksitas masalah, namun saya melihat pattern yang sama yang menimbulkan banyaknya prosedur dan lamanya proses. Pattern itu sering disebut sebagai “silo thinking” ataupun sub-optimization.

Untuk menyederhanakan prosedur, saya menggunakan istilah yang sesingkat/sederhana mungkin dalam menggambarkan semua prosedur. Selain itu ada potensi salah menerjemahkan (mohon maaf)…sekali lagi saya hanya ingin melihat ini dalam sudut pandang Lean thinking.

Secara simpel, inilah prosedur pengurusan usaha di Indonesia

Secara simplistik, kita mungkin melihat bahwa pendaftaran di DepDag dan TDP (15 hari) serta pendaftaran di DepNaker (14 hari) adalah fokus utama karena proses yang sangat panjang. Mungkin ini benar, namun cara yang lebih benar adalah melakukan Value Stream Mapping dari step awal sampai akhir dengan melihat melalui kacamata “Customer”

Saya cukup yakin ide ini sudah pernah dilakukan, namun kenyataannya memang implementasi ini sangat tidak mudah. Terutama karena ini menuntut pemahaman kita terhadap keseluruan proses sebagai sebuah sistem dan menghilangkan “ego sektoral/silo” yang sering bertubrukan dalam interaksi di lapangan.

Value Stream Mapping dan Lean thinking bisa diterapkan untuk memperbaiki proses diatas. Jika belum berhasil, bukan berarti “tool” nya kurang tepat, tapi kemungkinan kita membutuhkan KOMITMEN, DISIPLIN, dan KERJA KERAS dari instansi-instansi yang terkait termasuk kita semua.

Starting business? Indonesia perlu 47 hari, Singapore 3, Malaysia 17 hari (part 1)

sambil browsing, saya coba baca-baca laporan Doing Business in Indonesia 2011,  sebuah laporan rutin yang dirilis World Bank dan IFC setiap tahun.

Dari banyak kategori yang direview,saya selalu tertarik dengan peringkat Indonesia dalam kategori “starting a business”. Mengapa?

1. Ini mewakili seberapa menarik negara kita bagi investor; inipun masih sangat simpel karena hanya melihat secuil dari banyak faktor lain seperti peraturan/perundangan, tingkat korupsi, stabilitas serta makroekonomi.

2. Proses ini mewakili cara berpikir dan paradigma pemerintah (dan masyarakat kita)

3.  Dari pengalaman saya memperbaiki proses di banyak perusahaan, proses seperti ini cukup simpel jika ingin diperbaiki (tapi sangat tidak gampang)

Jika disimpulkan, untuk memulai suatu bisnis di Indonesia memerlukan 47 hari dalam melalui 9 prosedur. Tentu saja ini adalah angka rata-rata (tepatnya median) berdasarkan proses penggalian data oleh team Doing Business. Dibandingkan negara lain kita menduduki peringkat 155 dari 183 negara

Sedikit perbandingan:

ranking   Negara                  proses/prosedur    lama proses (hari)

1               New Zealand                1                                        1

4               Singapore                     3                                       3

113          Malaysia                        9                                        17

Yang perlu kita ingat selalu (dan ini menjadi concern utama saya) adalah lamanya suatu proses (termasuk banyaknya prosedur) tidak menjamin tingginya kualitas. Malah dalam Lean thinking telah dibuktikan sebaliknya, semakin simpel dan cepat suatu proses, malah akan menghasilkan produk yang lebih tinggi kualitasnya.

Dengan syarat, kita menghilangkan yang disebut NON VALUE ADDED ACTIVITIES bukan asal mempercepat.

Disamping itu, banyaknya prosedur dan lamanya proses kebanyakan tidak disadari oleh pihak-pihak terkait karena kebanyakan instansi masih berpikir secara silo (internal focus, bukan CUSTOMER FOCUS).

Sebagai catatan, Indonesia sendiri sudah menunjukkan kemajuan dalam mereformasi prosedur-prosedur berkaitan dengan Starting a Business, tapi memang sebagai bagian dari Continuous Improvement, mapping yang lebih baik diperlukan oleh instansi-instansi terkait untuk mempersingkat prosedur, mempercepat proses namun menghasilkan kualitas yang lebih baik dari sisi end product berupa perijinan.

Seperti apa sebenarnya proses pengurusan ijin usaha di Indonesia? Bersambung ke bagian 2

Namun yang perlu ditekankan sekarang, SOLUSINYA adalah bukan melulu TEKNOLOGI seperti IT atau digitization tapi yang mendasar adalah KOMITMEN dari Pemerintah/Instansi dan DISIPLIN kita semua.